Breaking News
Jabar News kembali menghadirkan berita terpopuler seputar Jawa Barat, mulai dari perkembangan politik, ekonomi, hingga kisah inspiratif masyarakat. Dengan liputan aktual dan mendalam
Indosat Indosat Indosat

Sungai Bengawan Solo Terus Dipantau, Pemkot Siagakan Posko Bencana 24 Jam

Indosat

Pemerintah Kota Surakarta Tingkatkan Kewaspadaan, Sungai Bengawan Solo Terus Dipantau 24 Jam

Wali Kota Solo, Respati Ardi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/11/2025).

Indosat

Warta Jawa – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memperketat pengawasan terhadap debit Sungai Bengawan Solo menyusul peningkatan curah hujan di wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir. Pemkot memastikan seluruh perangkat terkait siaga penuh, termasuk membuka posko siaga bencana yang beroperasi selama 24 jam untuk memantau potensi banjir dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi di daerah hulu seperti Wonogiri dan Karanganyar turut memengaruhi peningkatan debit aliran Sungai Bengawan Solo. Karena itu, sistem pemantauan real-time di beberapa titik—termasuk Jembatan Jurug, Pintu Air Mojo, dan daerah rawan genangan—ditingkatkan untuk memastikan tindakan cepat jika terjadi kenaikan debit yang signifikan.

Menurut BPBD, kondisi sungai masih berada pada kategori siaga rendah, namun perubahan debit bisa terjadi sewaktu-waktu mengingat cuaca ekstrem yang diprakirakan masih akan berlangsung hingga akhir November. Data dari petugas lapangan menunjukkan adanya fluktuasi permukaan air dalam dua hari terakhir, meski masih dalam batas aman.

Wali Kota Surakarta menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kecolongan. Seluruh kecamatan diarahkan untuk memperbarui laporan kondisi wilayah secara berkala, terutama kawasan yang berada di bantaran sungai dan lokasi yang kerap terdampak limpasan air seperti Jebres, Pasarkliwon, dan Serengan. Selain itu, relawan, karang taruna, dan organisasi kebencanaan juga dikerahkan untuk membantu pemantauan di tingkat RT dan RW.

Sebagai bagian dari strategi mitigasi, Pemkot juga telah menyiapkan peralatan evakuasi seperti perahu karet, alat komunikasi darurat, lampu penerangan, hingga logistik berupa makanan siap saji dan kebutuhan dasar lainnya. Gudang logistik siaga bencana dipastikan memiliki stok mencukupi untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Tak hanya itu, normalisasi drainase dan pembersihan saluran air di sejumlah titik terus dilakukan untuk mencegah penyumbatan yang berpotensi memperburuk genangan saat hujan deras. Petugas Dinas Pekerjaan Umum menurunkan tim rutin setiap hari untuk memeriksa sedimentasi, sampah, dan kondisi pintu air.

Pemkot juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir agar tetap waspada dan segera melaporkan setiap kenaikan air yang tidak biasa. Edukasi kebencanaan kembali digencarkan melalui kelurahan, sekolah, dan grup masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama saat hujan turun pada malam hari.

Dengan mengaktifkan sistem pemantauan 24 jam, pemerintah berharap potensi bencana bisa direspons lebih cepat sehingga mengurangi risiko kerusakan maupun korban jiwa. Upaya mitigasi ini menjadi langkah penting mengingat Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Jawa yang kerap menjadi perhatian utama setiap musim hujan.

Indosat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *