Breaking News
Jabar News kembali menghadirkan berita terpopuler seputar Jawa Barat, mulai dari perkembangan politik, ekonomi, hingga kisah inspiratif masyarakat. Dengan liputan aktual dan mendalam
Indosat Indosat Indosat

Kabar Terkini Banjir Bandang Bumiayu Brebes

Indosat

Banjir Bandang Brebes: Petugas Pemadam Kebakaran Bersih-Bersih Lumpur untuk Pulihkan Aktivitas Warga

Warta Jawa — Suara mesin mobil pemadam kebakaran meraung di tengah hamparan lumpur tebal yang menutupi jalan dan rumah warga di Kecamatan Sirampog dan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Namun, kali ini petugas tidak memadamkan api, melainkan berjibaku membersihkan sisa material banjir bandang yang melanda kawasan selatan Brebes pada Sabtu (8/11/2025) sore.

Banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Brebes dan sekitarnya selama beberapa jam, menyebabkan aliran sungai meluap dan menerjang permukiman. Lumpur setinggi mata kaki menutupi jalan, menghalangi akses warga, serta membuat kendaraan sulit melintas. Banyak rumah warga terendam lumpur hingga dinding berubah warna menjadi cokelat pekat, sementara perabotan rumah tangga ikut terendam dan rusak.

Indosat

Upaya Penanganan oleh Petugas

Di bawah terik matahari, semburan air bertekanan tinggi diarahkan ke jalan-jalan dan dinding rumah untuk menghilangkan lapisan lumpur. Kepala Satpol PP Kabupaten Brebes, M. Syamsul Haris, menjelaskan:

“Seluruh personel kami turunkan untuk membersihkan lumpur agar aktivitas warga bisa segera normal. Kami bekerja sama dengan BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat untuk memastikan proses pembersihan berjalan cepat dan aman.”

Petugas pemadam kebakaran tidak hanya membersihkan jalan umum, tetapi juga membantu evakuasi material lumpur dari rumah warga, membersihkan fasilitas umum, serta menormalkan akses transportasi agar warga dapat beraktivitas kembali.


Dampak Banjir Bandang

Banjir bandang ini menyebabkan beberapa dampak signifikan:

  1. Kerusakan rumah dan fasilitas umum: Banyak rumah warga mengalami kerusakan struktural ringan hingga sedang akibat terjangan air dan lumpur. Sekolah dan jalan desa juga terdampak, sehingga proses belajar mengajar dan transportasi sempat terganggu.

  2. Gangguan aktivitas warga: Jalan yang tertutup lumpur membuat warga kesulitan beraktivitas, termasuk membeli kebutuhan pokok dan pergi bekerja.

  3. Risiko kesehatan: Lumpur yang tercemar limbah domestik meningkatkan risiko penyakit kulit dan gangguan saluran pernapasan. Tim kesehatan setempat melakukan pengecekan dan memberikan edukasi pencegahan penyakit pasca-banjir.


Koordinasi dan Tindakan Cepat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes langsung mengirim tim tanggap darurat untuk mendukung pembersihan dan pendataan kerusakan. Selain itu:

  • Distribusi bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, dan pakaian dilakukan untuk warga yang terdampak.

  • Pemasangan papan informasi dan rambu peringatan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi warga melewati area berbahaya.

  • Pemeriksaan infrastruktur kritis, termasuk jembatan dan jalan utama, untuk memastikan aman dilalui kendaraan dan pejalan kaki.


Harapan dan Langkah Ke Depan

Pemerintah Kabupaten Brebes menegaskan bahwa pemulihan kondisi pasca-banjir bandang menjadi prioritas utama. Selain pembersihan fisik, edukasi mitigasi bencana kepada warga akan ditingkatkan agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan banjir di masa mendatang.

“Kami berharap semua pihak tetap waspada, menjaga lingkungan, dan melakukan mitigasi sedini mungkin. Petugas akan terus membantu hingga kondisi kembali normal sepenuhnya,” ujar Syamsul Haris.

Banjir bandang ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran lingkungan, kesiapsiagaan masyarakat, dan sinergi aparat penanganan bencana dalam menanggulangi bencana alam. Aktivitas pembersihan yang melibatkan berbagai pihak diharapkan dapat memulihkan kehidupan warga di Kecamatan Sirampog dan Bumiayu dalam waktu singkat.

Indosat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *